Home > Wisata > Indonesiaku – Aceh

Indonesiaku – Aceh

6 Tahun sudah berlalu paska bencana Tsunami di Aceh yang meluluh lantah kan kota aceh, kini semua sekarang sudah tidak seperti itu, kota Aceh kembali bangkit dan menjadi kota yg ramai dan bertumbuh. Kerusakan yg terjadi 6 tahun silam sudah tidak terlihat lagi, dan menurut cerita dari penduduk setempat sekarang kota Aceh lebih ramai dan lebih padat dari sebelumnya dan menjadi kota yg terus membangun, seperti apa Aceh skr…

Dengan waktu 3 hari 2 malam, sedikit mengenal kota Aceh saat ini dengan waktu yg cukup singkat, karena kesana sebenarnya urusan pekerjaan, tapi di sela2 itu ada waktu sedikit mengenal kota Aceh. Pertama yg dilihat sudah pastinya ada bangunan besar ditengah kota Aceh, yang gak lain adalah Masjid Raya Baiturrahman, adalah Masjid yang dahulu kala adalah Masjid kesultanan Aceh yang namanya diambil dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M, kemudian pada tahun 1873  Masjid tersebut dibakar oleh Belanda, setelah itu kembali Belanda membangun masjid sebagai gantinya pada tahun 1875. Sekarang bangunan Masjid ini mempunyai Lima buah kubah serta dilengkapi dengan berbagai arsitektur dan Ornamen Khas Aceh. Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu daya tarik wisata budaya dan menjadi icon pariwisata Aceh.

Bila melihat kondisi sekarang kota Aceh sudah tidak terlihat seperti habis kena tsunami, karena perkembangan pembangunan yg pesat sekali, tapi disamping itu masih ada 1 benda peninggalan pasca Tsunami, dimana itu menjadi suatu pandangan begitu dasyatnya Tsunami saat ini. Kapal Apung PLTD ini yang masih ada terlihat di daratan, dengan dimensi Panjang 63 Meter dan Tinggi 25 Meter serta berat keseluruhan 2600 Ton, menjadi salah satu bukti Dasyatnya Tsunami saat itu dengan ketinggian air saat itu 6 Meter . Kapal Apung yang bermuatan besaran listrik sebesar 10,5 Mega Watt ini membawa 13 Orang ABK (Anak Buah Kapal) dan yang selamat hanya 1 orang, karena pada saat kejadian 12 orang ABK lainnya mencoba untuk menyelamatkan warga yang lain, akan tetapi ke 12 ABK tersebut ikut terseret arus tsunami, sehingga yg selamat hanya 1 orang. Kapal apung ini akan berada dimana suatu daerah atau kota membutuhkan pasokan listrik dan dari tahun 2003 kapal apung tersebut sudah berada di Aceh, yg sebelumnya berada di Bali dan Kalimantan.

Disebelah Kapal apung PLTD tersebut ada sebuah bangunan dengan dihiasi taman kecil, bangunan tersebut merupakan bangunan pentas seni yang di peruntukan sebagai tempat hiburan anak-anak kecil dari korban bencana Tsunami, untuk di isi dengan hiburan-hiburan dan permainan-permainan untuk anak-anak, disamping itu juga ada taman bermain yg dinamakan “Taman Edukasi” sebagai sarana bermain untuk anak-anak, dimaksudkan untuk menghilangkan rasa trauma pasca bencana tersebut.

Selain itu, untuk kendaraan umum ada angkot, taxi dan Betor (Becak Motor), untuk jam operasi yg hanya sampe malam hanya taxi, utk angkot dan betor hanya sampai pada Sore menjelang magrib. Untuk angkutan umum gw coba naik betor, yg mayoritas motor yg dipakai ada lah Honda Win dan Motor Cina yang sama bentuknya dengan win, walaupun beberapa ada yg memakai motor bebek baru. Seru juga naik betor dan bisa liat sana sini karena jalannya pelan2 aja, disamping itu gak kepanasan karena ada atapnya, yah sama kayak becak lah. Untuk tarifnya standar2 aja, gak mahal kok, jadi kalo ada yg sempet kesana coba naik betornya di sore hari, mantapsss lah.

Nah untuk kulinernya gak kalah menarik  dan gw hanya sempet nyobain 2 jenis yg jadi menu favorit disana. Yang pertama ada Mie kepiting Aceh, awalnya berpikirian cuma sekedar mie Aceh (Di Jakarta udah banyak juga) dengan potongan-potongan kepiting, tapi itu semua salah, mie nya sih tetep mie Aceh, tapi yang disajikan disitu kepitingnya bukan potongan-potongan kepiting, tapi kepitingnya utuh dan sudah matang tentunya, dan posisinya berada di bawah mienya, soal rasa bener2 deh ini mie kepiting asli, asli sekalian sama kepiting-kepitingnya, hehehehe…, so bisa di coba nanti kalo ada yg ke Aceh.

Nah yang kedua adalah minumannya, bagi penggemar kopi, sok silakan di cobain kopinya di jamin Jozzzz dan mantaps lah, dengan aroma dan rasa yang khas banget bahwa ini kopi Aceh. Hampir di setiap sudut kota banyak yg membuka kedai kopi yang rata2 pasti penuh dengan penduduk setempat maupun oleh para wisatawan. Untuk tempat yg cukup terkenal dan di kenal ada namanya Kedai Ulee Kareng dengan nama kopi Solong, wah gak pernah sepi itu kedai kopi dan sudah buka sejak tahun 1974 Dan kalo ke Aceh wajib ke sana dan mencobanya atau hanya sekedar mencicipi dan di jamin ketagihan, hehehehe.

Dan itulah sedikit gambaran kota Aceh dari gw dan memang luar biasa Indonesia ini, punya cukup banyak ragam yang mempunyai ciri khas masing-masing kota tersebut dan pasti mendapat acungan jempol. Untuk itu nanti gw akan coba ulas lagi kota maupun tempat pariwisata lainnya yang ada di Tanah Air kita, mudah-mudahan bisa berguna.

*Love Pedestrian*

Categories:Wisata Tags: , ,
  1. 28 September 2010 at 10:00

    Aceh memang mantap terutama kupi dan pesona alamnya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: